Kenapa Kita Perlu Memanusiakan Manusia?

Waktu masih jadi penerima beasiswa Beswan Djarum dulu, saya diberi kesempatan untuk menerima berbagai pelatihan. Salah satu pesan yang saya ingat sampai sekarang adalah: kita harus memanusiakan manusia ketika bekerja sama dengan orang lain. Memanusiakan manusia artinya kita menganggap orang lain sebagai sosok yang punya banyak sisi kehidupan selain yang diperlihatkan kepada kita. Memanusiakan manusia … Continue reading Kenapa Kita Perlu Memanusiakan Manusia?

Akhirnya Saya Berani Jualan

Dari dulu saya nggak pernah merasa punya bakat dan keberanian untuk jualan. Saat teman-teman sibuk bikin ini-itu dan dijual ke teman-teman sekelas, saya masih setia menjadi pembeli. Ketika akhirnya kerja, saya pun makin setia jadi pembeli. Walaupun pada saat itu saya sudah mulai tertarik beli barang-barang custom, nggak pernah kepikiran tuh, buat bikin usaha sendiri. … Continue reading Akhirnya Saya Berani Jualan

REKOMENDIAN: Review Mise en Scene Hello Bubble Blackpink Primer untuk Bleaching Rambut

Saya termasuk orang yang suka berada di rumah. Saat hari libur pun, saya lebih suka bermalas-malasan di atas kasur daripada hang out ke mall. Tapi, “dipaksa” di rumah aja selama WFH yang memasuki bulan keempat ini, ternyata saya bosan juga. Entah kesambet apa, saya tiba-tiba mau ngecat rambut. Nggak tangguh-tanggung, saya mau punya rambut warna … Continue reading REKOMENDIAN: Review Mise en Scene Hello Bubble Blackpink Primer untuk Bleaching Rambut

Kenapa Sih, Nggak Mau Lanjut S2?

Saya suka belajar, tapi nggak suka ujian. Buat saya, mempelajari hal baru itu menyenangkan, sekaligus menantang. Apalagi, saya termasuk orang-orang yang beruntung karena punya visi sejak kelas 3 SMA mau jadi apa, sehingga nggak salah jurusan. Kuliah program sarjana ada di urutan paling atas dalam “proses belajar paling menyenangkan yang pernah saya alami.” Saya bahkan … Continue reading Kenapa Sih, Nggak Mau Lanjut S2?

Saya yang Terganggu dengan Kata “Sold Out” untuk Perempuan yang akan Menikah

Saya mungkin bukan feminis, apalagi pandangan feminis yang saat ini terpetakan bukanlah feminisme yang saya dambakan. Tapi jujur, dari dulu saya menjunjung kesetaraan. Saya juga termasuk orang yang gerah dengan istilah-istilah dari budaya patriarki yang masih digunakan hingga saat ini. Salah satunya, kata “sold out” atau “laku”. Apakah saya pernah menggunakannya? Pernah. Dan mungkin saja … Continue reading Saya yang Terganggu dengan Kata “Sold Out” untuk Perempuan yang akan Menikah

Rapor Semester Pertama 2020

Kalau dipikir-pikir, sudah lama juga saya tidak memasang sesuatu yang baru di sini. Entah hanya sekadar curhatan panjang, hasil kerja sebagai content creator, pun review hal-hal yang saya coba. Setelah saya cek, ternyata update terakhir saya adalah akhir tahun lalu. Padahal, tahun ini sudah mencapai pertengahannya. How time flies. Setengah tahun terakhir memang jadi momen … Continue reading Rapor Semester Pertama 2020

Saya Ingin Punya Pensieve

Sebagai orang yang (mengaku) introvert, saya suka sekali berbicara. Saya suka berkomunikasi dengan orang yang saya anggap sudah mengenal saya. Walaupun demi kebutuhan secara profesional, saya juga masih mampu memulai percakapan dengan orang baru, sih ... Sebagai orang yang suka berbicara dengan orang terdekat, ketika kebutuhan tersebut nggak terpenuhi, ternyata cukup melelahkan. Dua tahun belakangan, saya … Continue reading Saya Ingin Punya Pensieve